Biografi Adele

Adele Laurie Blur Adkins atau sering disapa Adele, adalah penyanyi asal Inggris kelahiran Tottenham, London, 5 mei 1988. Adel yang dikenal juga sebagai pencipta lagu, merupakan anak dari Mark Evans dan Penny Adkins. Penny, ibu Adele, melahirkannya di usia yang masih terbilang muda. Ia kemudian membesarkan Adele sendiri sebagai seorang single parents.

Ketertarikan adele di dunia musik sudah terlihat sejak ia berusia empat tahun. Menginjak usia yang ke-16, setelah lulus dari The Brit School for Performing Arts & Technology di Croydon, Adele menulis lagu berjudul “Hometown Glory” (2007). Lagu tersebut yang kemudian mengantarkannya tak hanya sebagai pencipta lagu, namun juga penyanyi ternama.

Adele langsung melejit lewat salah satu singlenya yang terdapat di album “19” (2008), “Chasing Pavements” (2008). Single tersebut sukses membawa namanya dikenal oleh dunia. Penyanyi yang dulunya teman sekelas Jessie J dan Leona Lewis ini menggebrak pasar musik dunia untuk kedua kalinya melalui album studio kedua, “21” (2010). Album yang mengusung beberapa single hits Adele, seperti Someone Like You, Rolling In The Deep, dan Set Fire To The Rain mendapat sambutan hangat dari pecinta musik pop-blues dunia.

Penyanyi dengan suara kontralto ini bersinar setelah mendapat berbagai penghargaan musik paling bergengsi, Grammy Awards. Tahun 2009, ia menerima dua Grammy Best New Artist dan Best Female Pop Vocal Performance. Setahun kemudian, Adele menang lagi untuk kategori Best Pop Vocal Album.

Di ajang penghargaan Grammy ke-54 tahun 2012, Adele memenangkan total enam piala di kategori Record of The Year, Album of The Year, Song of The Year, Best Pop Solo Performance, Best Pop Vocal Album, serta Best Short From Music Video.

Mendapat banyak piala Grammy berikut prestasi yang berkilau, masa lalu dan perjalanan hidup Adele rupanya tak secemerlang prestasinya. Masa lalu yang kelam membuat alkohol sangat akrab di kehidupan Adele. Ayah Adele meninggalkannya saat ia berusia 3 tahun. Tempramen yang buruk dari sang ayah yang alkoholik, sempat membuat Adele hampir celaka. Untungnya sifat buruk sang ayah tidak di ikuti oleh ibunya yang penyayang. Adele juga pernah dibuat patah hati oleh seorang pria yang dicintainya. Yang ternyata adalah seorang biseksual dan membuatnya merasa tertipu.

Pada tanggal 4 oktober 2011, dalam sebuah tulisan berjudul Important Blog, Adele memberitahukan bahwa dengan sangat menyesal ia harus membatalkan konser-konsernya dan beristirahat total hingga waktu yang belum di tentukan. Dikarenakan oleh sakit tenggorokan yang kemudian di deteksi sebagai hemorrhage atau peradangan pita suara. Sebenarnya Adele sudah merasakannya sejak januari 2011, tapi ia mengabaikan penyakit itu sampai berbulan-bulan dan terus memaksakan diri menyanyi. Adele akhirnya bisa bernyanyi lagi pada tanggal 13 februari 2012 lalu, di acara Grammy Award dan menyanyikan lagu Rolling In The Deep.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s